Kesenjangan Kebijakan Mitigasi Banjir di Daerah
Keywords:
kebijakan publik, mitigasi banjir, kesenjangan kebijakan, dampakAbstract
Banjir kronis di Kabupaten Demak, yang diperparah oleh banjir rob dan penurunan muka tanah, telah menimbulkan krisis sosial-ekonomi yang mendalam, bahkan memicu migrasi massal atau "bedol desa". Secara teoretis, pemerintah seharusnya memiliki peta jalan komprehensif untuk mitigasi, namun faktanya menunjukkan bahwa respons yang ada cenderung reaktif dan parsial. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis mengapa kebijakan mitigasi banjir yang ada saat ini tidak berjalan optimal dan merumuskan kebijakan ideal yang dibutuhkan masyarakat Demak. Dengan menggunakan metode studi pustaka dan analisis dokumen kebijakan, penelitian ini menemukan bahwa kegagalan kebijakan berakar pada beberapa faktor: komitmen rendah untuk menyusun perbaikan yang merespons perubahan alam, penanganan sungai yang tidak komprehensif, dan fragmentasi kebijakan di antara berbagai instansi. Kebijakan yang ada terlalu fokus pada solusi infrastruktur tanpa mempertimbangkan akar masalah di hulu dan dampak sosial di hilir. Hasil penelitian menunjukkan adanya kesenjangan signifikan antara kebijakan di atas kertas dengan implementasi di lapangan. Kebijakan ideal yang dibutuhkan adalah model yang holistik, terintegrasi, dan partisipatif. Rekomendasi kebijakan harus mencakup perbaikan tata kelola air dari hulu ke hilir, penegakan hukum tata ruang, dan skema adaptasi sosial-ekonomi yang terencana. Penelitian selanjutnya disarankan untuk melakukan studi lapangan guna mendapatkan data primer yang dapat memperkuat rekomendasi ini.
References
Abidin, H. Z., Andreas, H., Gumilar, I., Djaja, R., & Gamal, M. (2011). Land subsidence of Jakarta (Indonesia) and its relation with urban development. *Journal of Applied Geodesy*, *5*(4), 177–185.
Abdurrahman, B. (2025). *Regional Management*. Minhaj Pub.
Amiruddin, R., & Permana, A. Y. (2018). Analisis Kebijakan Penanganan Banjir Rob di Kota Semarang. *Jurnal Ilmu Pemerintahan Dan Sosial Politik*, *6*(1), 59–71.
Dadek, T. A., ZA, S., & Syahbandir, M. (2024). *PERENCANAAN PEMBANGUNAN DAERAH DI INDONESIA: Tinjauan Filsafat, Teori, dan Implementasi; Panduan bagi Teknokrat, Akademisi, dan Politisi dalam Perencanaan Pembangunan*. Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (BAPPEDA) Pemerintah Aceh.
Dewi, C. K., & Pradono, B. (2021). Dampak Banjir Rob Terhadap Perubahan Sosial Ekonomi Masyarakat Pesisir di Kota Semarang. *Jurnal Perencanaan Wilayah dan Kota*, *32*(1), 1–16.
Kompas.com. (2024, March 20). *Terparah sejak 1992, Banjir Demak Rendam 13 Kecamatan, Ketinggian Capai 3 Meter, 25.000 Warga Mengungsi*. Retrieved from [https://regional.kompas.com/read/2024/03/20/154044478/terparah-sejak-1992-banjir-demak-rendam-13-kecamatan-ketinggian-capai-3](https://regional.kompas.com/read/2024/03/20/154044478/terparah-sejak-1992-banjir-demak-rendam-13-kecamatan-ketinggian-capai-3)
Marfai, M. A. (2019). *Adaptation to coastal inundation: A study of human responses to tidal flooding in Semarang City, Indonesia*. Routledge.
Rahmawati, R., & Pradoto, W. (2019). Migrasi Lingkungan Akibat Bencana Banjir Rob di Desa Sriwulan, Demak. *Jurnal Ilmu Lingkungan*, *17*(1), 1–10.
Sari, I. P., & Purboyo, R. (2020). Evaluasi Kebijakan Pengendalian Banjir Rob di Pesisir Utara Jawa Tengah: Studi Kasus Kabupaten Demak. *Jurnal Litbang Provinsi Jawa Tengah*, *18*(1), 1–13.
Takagi, H., Esteban, M., Shibayama, T., & Udo, K. (2016). Coastal urban flood risk assessment in Jakarta using a high-resolution hydrodynamic model. *Coastal Engineering Journal*, *58*(2), 1650005.
World Bank. (2018). *Indonesia: Managing Coastal Risks in a Changing Climate*. World Bank Publications.